Anas Adani
8 Mei 2020,4.34 WIB
Membahasaterbaru.blogspot.com
, Karawang
- Kemajuan
teknologi tak melulu lahir dari akar pemikiran manusia atau rangkaian rumus
yang begitu rumit. Terkadang, hal tersebut malah terlahir dari alam sekitar.
Sejumlah hewan yang
hidup di muka bumi dapat menginspirasi peneliti untuk menciptakan teknologi
mutakhir. Lewat sebuah pengamatan, manusia terus mempelajari hal-hal luar biasa
yang dimiliki sejumlah hewan ini.
Mulai dari teknologi pesawat terbang, sistem
bangunan serta alat bantu tercipta berkat kemampuan yang dimiliki hewan.
Seperti dikutip dari laman Listverse.com, Senin (15/7/2019), berikut 5
hewan yang menginspirasi peneliti dalam urusan teknologi:
1.
Kelelawar dan
SmartCanes
Kelelawar terkenal dengan kekuatan nokturnal mereka.
Kemampuan ini dapat merasakan sebuah objek yang ada di sekitar meski dalam
kondisi yang gelap.
Biasanya, kelelawar akan memancarkan frekuensi
sonar tinggi yang dapat memantulkan sinyal pada benda-benda yang berpotensi
akan bertabrakan dengan dirinya saat terbang.
Ternyata, prinsip semacam ini digunakan
manusia untuk menciptakan alat bantu para tunanetra. Perangkat ini disebut
sebagai SmartCane yang menempel pada tongkat putih.
Saat gelombang kembali ke perangkat, maka
tongkat akan bergetar dan memberikan petunjuk pada pengguna untuk menghindar
dari jalurnya.
2. Kupu-Kupu dan Layar
Bebas Silau
Secara visual, sayap kupu-kupu memang indah untuk
dilihat. Kadang keindahan sayap kupu-kupu bahkan menginspirasi seseorang untuk
menciptakan sebuah karya.
Namun, tahukah Anda bahwa sayap kupu-kupu yang
punya prinsip antisilau meski punya bentuk yang amat tipis?
Lewat kemampuan ini membuat sejumlah peneliti
menciptakan sebuah teknologi pada layar ponsel.
Pada tahun 2015, peneliti Jerman di Karlsruhe
Institute of Technology menciptakan penemuan yang mengejutkan. Sebuah sistem
nanoscopic yang diadaptasi dari sayap kupu-kupu dapat menghilangkan sebagian
besar cahaya yang dipantulkan.
Penelitian tentang bagaimana teknologi ini
diterapkan ke layar ponsel masih berlangsung. Jika nantinya berhasil maka Anda
tetap bisa melihat layar ponsel meski di tengah terik matahari, tanpa harus
menambah kecerahan pada layar ponsel yang bisa menghabiskan baterai.
3. Rayap dan Bangunan
Hijau
Meski tergolong sebagai hewan yang merugikan, rayap
ternyata dapat menginspirasi manusia. Di Afrika, terdapat banyak gunukan
gundukan rumah rayap yang begitu besar, bahkan melebihi tinggu manusia.
Rayap yang hidup secara berkoloni ini bisa
membentuk tempat tinggal yang kokoh. Tak hanya betuknya yang kokoh, rumah para
rayap ini juga punya sistem ventilasi yang amat lur biasa.
Hal ini terbukti ampuh untuk mengatur suhu di
dalam gundukan besar itu. Luar biasanya, para insinyur di seluruh dunia sudah
mempelajari sistem semacam ini.
Eastgate Center di Harare adalah kompleks
perbelanjaan dan perkantoran terbesar di Zimbabwe. Bangunan itu dibangun atas
prinsip-prinsip arsitektur hijau yang terinspirasi oleh gundukan rayap.
Bangunan ini tidak memiliki sistem pemanasan
atau pendinginan konvensional tetapi menggunakan sistem pasif yang terdiri dari
kipas dan ventilasi untuk mengatur suhu sepanjang tahun.
4. Hiu dan Teknologi Pesawat
Ada alasan mengapa hiu menjadi subjek yang amat
menakutkan di lautan. Sebab, ia adalah predator paling sadis dan dikenal
sebagai raja samudera.
Tak hanya unggul dalam melahap mangsa, pemburu
berdarah dingin ini juga memiliki jenis kulit yang sangat diidam-idamkan oleh
para ilmuan.
Ternyata, kunci kecepatan seekor hiu saat
mengejar mangsa tak hanya terletak pada kekuatan sirip dan ekor saja, melainkan
pada permukaan kulit mereka yang disebut sebagai dentikel.
Dentikel adalah sekumpulan gigi gigi kecil
yang menyerupai sisik yang mencuat ke permukaan kulit melalui jaringan
epidermis.
Sebuah ide brilian kemudian datang dari tiga
ilmuwan Fraunhofer Society -- sebuah organisasi penelitian asal Jerman. Mereka
mengembangkan cat khusus yang dipelajari dari kulit hiu.
Cat ini nantinya akan diaplikasikan ke
permukaan pesawat terbang, agar dapat bergerak lebih cepat bagai seekor hiu.
Jenis kulit hiu ini diklam dapat mengurangi hambatan saat bergerak.
5. Tokek dan Alat Perekat
Kita semua tentu tahu bahwa tokek, cicak atau sejenisnya
punya kemampuan untuk menapaki dinding. Bahkan, kita kerap bertanya-tanya apa
yang membuat hewan-hewan tersebut dapat melakukannya.
Misteri kemampuan tokek ini lantas
membingungkan peneliti selama ribuan tahun. Hingga akhirnya pada tahun 2002,
peneliti menemukan jawabannya.
Ternyata, ada jutaan rambut kecil di kaki
tokek yang disebut sebagai setae. Setae ini membantu tokek dan hewan sejenis
lainnya untuk menghasilkan kekuatan elektrostatik jarak pendek yang lemah atau
disebut sebagai van der Waal’s forces.
Kemudian, tiga lulusan luar biasa dari
University of Massachusetts Amherst menciptakan perekat super yang diilhami
dari mekanisme kaki tokek.
Alat ini bahkan bisa lengket di dinding sambil
menampung beban hingga 317 kilogram pada permukaan yang halus.






Komentar
Posting Komentar